{"id":12098,"date":"2026-02-25T06:56:59","date_gmt":"2026-02-25T06:56:59","guid":{"rendered":"https:\/\/lamdik.or.id\/?p=12098"},"modified":"2026-02-25T10:40:53","modified_gmt":"2026-02-25T10:40:53","slug":"apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/","title":{"rendered":"Apa Perbedaan Instrumen 3.0 dengan Pendahulunya?"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1536\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/20260225_1357_Dokumen-LAMDIK-Menarik_remix_01kj9s9zvqfmwsn0kx8v3haa3z.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-12104\" srcset=\"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/20260225_1357_Dokumen-LAMDIK-Menarik_remix_01kj9s9zvqfmwsn0kx8v3haa3z.png 1536w, https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/20260225_1357_Dokumen-LAMDIK-Menarik_remix_01kj9s9zvqfmwsn0kx8v3haa3z-300x200.png 300w, https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/20260225_1357_Dokumen-LAMDIK-Menarik_remix_01kj9s9zvqfmwsn0kx8v3haa3z-768x512.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1536px) 100vw, 1536px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>JAKARTA<\/strong>\u2014LAMDIK secara resmi telah meluncurkan penggunaan Instrumen Akreditasi Program Studi Kependidikan (IAPSK) 3.0 pada 2 Desember 2025. Instrumen terbaru tersebut dikembangkan sebagai penyesuaian terhadap Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan berlakunya IAPSK 3.0, <em>cut-off<\/em> atau batas akhir penggunaan IAPSK 2.0 ditetapkan pada 1 Maret 2026. Adapun IAPSK 1.0 sebelumnya telah dihentikan penggunaannya pada 18 Februari 2025. Program studi yang mengajukan akreditasi mulai 2 Maret 2026 harus menggunakan IAPSK 3.0 atau Instrumen 3.0. Tabel berikut memperlihatkan perbedaan antara instrumen 3.0 dengan instrumen pendahulunya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center has-medium-font-size\"><strong>Perbedaan Instrumen 3.0 dengan Pendahulunya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Aspek<\/strong><\/td><td><strong>IAPSK 1.0<\/strong><\/td><td><strong>IAPSK 2.0<\/strong><\/td><td><strong>IAPSK 3.0<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Nama Instrumen<\/strong><\/td><td>Instrumen Akreditasi Program Studi Kependidikan (IAPSK) 1.0<\/td><td>Instrumen Akreditasi Program Studi Kependidikan (IAPSK) 2.0<\/td><td>Instrumen Akreditasi Program Studi Kependidikan (IAPSK) 3.0<\/td><\/tr><tr><td><strong>Tujuan<\/strong><\/td><td>Dirancang untuk program studi yang menargetkan status akreditasi<strong> \u201cBaik,\u201d \u201cBaik Sekali,\u201d<\/strong> atau <strong>\u201cUnggul.\u201d<\/strong><\/td><td>Dirancang khusus untuk program studi yang menargetkan status akreditasi <strong>\u201cUnggul.\u201d<\/strong><\/td><td>Dirancang untuk program studi yang menargetkan status akreditasi \u201c<strong>Terakreditasi Pertama,\u201c \u201cTerakreditasi,\u201c <\/strong>atau <strong>\u201cUnggul.\u201d<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Periode Penggunaan <\/strong><\/td><td>1 April 2022 s.d \u00a0 <br>18 Februari 2025<\/td><td>19 Februari 2025 s.d <br>1 Maret 2026<\/td><td>2 Desember 2025 s.d Sekarang<\/td><\/tr><tr><td><strong>Konteks Pengembangan<\/strong><\/td><td>Instrumen awal LAMDIK, adaptasi dari IAPS BAN-PT dengan penekanan kekhasan kependidikan<\/td><td>Pemutakhiran dari Instrumen 1.0 untuk menyesuaikan dengan Permendikbudristek 53\/2023 dan <br>PerBAN-PT No.13\/2023 tentang SAN Dikti<br><\/td><td>Penyesuaian lanjutan terhadap Permendiktisaintek 39\/2025 dan <br>PerBAN-PT No.20\/2025 tentang SAN Dikti<\/td><\/tr><tr><td><strong>Laporan Evaluasi Diri (LED)<\/strong><\/td><td>LED bersifat deskriptif\u2013kuantitatif, fokus pemenuhan standar<\/td><td>LED lebih kualitatif dan reflektif, menekankan analisis dan evaluasi diri<\/td><td>LED reflektif, evaluatif, dan berbasis tindak lanjut, eksplisit memuat refleksi dan perbaikan berkelanjutan<\/td><\/tr><tr><td><strong>Jumlah dan Nama Kriteria<\/strong><\/td><td>9 Kriteria: <br>(1) Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi; \u00a0 <br>(2) Tata Kelola, Manaje-men, dan Kerja Sama; (3) Mahasiswa; <br>(4) SDM; <br>(5) Keuangan, Sarana, dan Prasarana; <br>(6) Pendidikan; <br>(7) Penelitian; <br>(8) Pengabdian kepada Masyarakat; <br>(9) Luaran dan Capaian Tridharma.<\/td><td>9 Kriteria: <br>(1) Visi Keilmuan PS; <br>(2) Tata Kelola dan Manajemen UPPS; <br>(3) Mahasiswa; <br>(4) Dosen dan Tendik; (5) Keuangan, Sarana, dan Prasarana Pendidikan; <br>(6) Pendidikan; <br>(7) Penelitian; <br>(8) Pengabdian kepada Masyarakat; <br>(9) Penjaminan Mutu.<\/td><td>9 kriteria Struktur yang sama dengan IAPSK 2.0.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Jumlah Elemen<\/strong><strong><\/strong><\/td><td>85 butir<\/td><td>65 butir<\/td><td>65 butir<\/td><\/tr><tr><td><strong>Syarat Perlu<\/strong><\/td><td>Tidak ada<\/td><td>Enam butir wajib untuk status akreditasi unggul: (1) Mutu dosen, (2) Kurikulum, (3) Micro-teaching, (4) Penerapan SPMI dengan siklus PPEPP, (5) Produktivitas Inovasi Mahasiswa, (6) Produktivitas Publikasi Dosen<\/td><td>Syarat Perlu yang sama dengan IAPSK 2.0.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Pendekatan Penilaian<\/strong><\/td><td>Kombinasi <em>compliance <\/em>dan<em> performance<\/em>, masih relatif kuantitatif<\/td><td>Dominan kualitatif, berbasis OBE, setiap kriteria memiliki panduan dan pertanyaan pemandu<\/td><td>Kualitatif dengan bobot luaran lebih besar, penekanan pada <em>outcome<\/em> dan pelampauan SN Dikti<\/td><\/tr><tr><td><strong>Komponen Tiap Kriteria<\/strong><\/td><td>Empat komponen: kebijakan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut.<\/td><td>4 komponen: panduan, pertanyaan pemandu, parameter pelampauan, bukti pendukung<\/td><td>4 komponen yang sama + evaluasi, refleksi dan tindak lanjut di akhir kriteria<\/td><\/tr><tr><td><strong>Kriteria Unggul<\/strong><\/td><td>Unggul dicapai apabila skor \u2265 361<\/td><td>Unggul dicapai apabila skor \u2265 361<\/td><td>Unggul 3 tahun dicapai apabila skor\u00a0 321 \u2013 360 dan memenuhi syarat perlu unggul 3 tahun, dan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br>Unggul 5 tahun apabila skor \u2265 361 dan memenuhi syarat perlu unggul 5 tahun.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Status Akreditasi<\/strong><\/td><td>Unggul Baik Sekali Baik Tidak Terakreditasi<\/td><td>Unggul Baik Sekali Baik Tidak Terakreditasi<\/td><td>Terakreditasi Pertama Terakreditasi Unggul 3 Tahun Unggul 5 Tahun Tidak Terakreditasi<\/td><\/tr><tr><td><strong>Dasar Regulasi Utama<\/strong><\/td><td>UU 12\/2012, Perpres 8\/2012, Permendikbud 3\/2020 PerBAN-PT 2\/2022<\/td><td>UU 12\/2012, Perpres 8\/2012 Permendikbudristek 53\/2023 PerBAN-PT 13\/2023<\/td><td>UU 12\/2012, <br>Perpres 8\/2012 Permendiktisaintek 39\/2025 <br>PerBAN-PT 20\/2025<\/td><\/tr><tr><td><strong>Fokus Kekhasan Kependidikan<\/strong><\/td><td>Memotret kekhasan program studi kependidikan<\/td><td>Kekhasan kependidikan dipertegas (<em>micro-teaching<\/em>, PLP, PPL, sekolah mitra)<\/td><td>Kekhasan kependidikan dipertahankan dan dikaitkan dengan kompetensi global dan abad 21<\/td><\/tr><tr><td><strong>Hal Penting Pembeda<\/strong><\/td><td>Transisi dari instrumen BAN-PT ke instrumen khusus kependidikan<\/td><td>Peralihan besar ke penilaian kualitatif dan reflektif, selaras SAN Dikti<\/td><td>Penajaman akuntabilitas, refleksi, luaran, <em>micro-credential<\/em>, RPL, K3L, Kesiapkerjaan, Kewirausahaan, dan Studi Lanjut, dan integrasi sistem informasi<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Sarana Peningkatan Mutu Berkelanjutan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sekretaris Eksekutif LAMDIK, Prof. Dr. Yuni Sri Rahayu menjelaskan bahwa Instrumen 3.0 menegaskan fungsi akreditasi sebagai sarana peningkatan mutu berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan aspek administratif. \u201cPada Instrumen 3.0, proses akreditasi ditegaskan sebagai instrumen peningkatan mutu berkelanjutan, bukan sekadar penilaian administratif,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya, transisi dari Instrumen 1.0 ke Instrumen 2.0 merupakan perubahan paradigma dari pemenuhan indikator menuju refleksi mutu dan pelampauan standar. Perubahan berikutnya, dari Instrumen 2.0 ke Instrumen 3.0, menguatkan orientasi pada dampak (<em>outcome<\/em>), refleksi dan tindak lanjut, serta penyelarasan dengan regulasi nasional terbaru dan agenda global.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA\u2014LAMDIK secara resmi telah meluncurkan penggunaan Instrumen Akreditasi Program Studi Kependidikan (IAPSK) 3.0 pada 2 Desember 2025. Instrumen terbaru tersebut dikembangkan sebagai penyesuaian terhadap Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Dengan berlakunya IAPSK 3.0, cut-off atau batas akhir penggunaan IAPSK 2.0 ditetapkan pada 1 Maret [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":12101,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[50],"tags":[446,448],"class_list":["post-12098","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-lamdik","tag-iaspk-3-0"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Perbedaan Instrumen 3.0 dengan Pendahulunya? - LAMDIK<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Perbedaan Instrumen 3.0 dengan Pendahulunya? - LAMDIK\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA\u2014LAMDIK secara resmi telah meluncurkan penggunaan Instrumen Akreditasi Program Studi Kependidikan (IAPSK) 3.0 pada 2 Desember 2025. Instrumen terbaru tersebut dikembangkan sebagai penyesuaian terhadap Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Dengan berlakunya IAPSK 3.0, cut-off atau batas akhir penggunaan IAPSK 2.0 ditetapkan pada 1 Maret [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LAMDIK\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-25T06:56:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-25T10:40:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/20260225_1354_Image-Generation_remix_01kj9s593yex58ts31vvt5s5cz-1-e1772003029843.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"684\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Anwar LAMDIK\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Anwar LAMDIK\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Anwar LAMDIK\",\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/#\/schema\/person\/59cf9581dc896ca6b7a4bab5b028bcf9\"},\"headline\":\"Apa Perbedaan Instrumen 3.0 dengan Pendahulunya?\",\"datePublished\":\"2026-02-25T06:56:59+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-25T10:40:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/\"},\"wordCount\":612,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/20260225_1354_Image-Generation_remix_01kj9s593yex58ts31vvt5s5cz-1-e1772003029843.png\",\"keywords\":[\"LAMDIK\",\"IASPK 3.0\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/\",\"url\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/\",\"name\":\"Apa Perbedaan Instrumen 3.0 dengan Pendahulunya? - LAMDIK\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/20260225_1354_Image-Generation_remix_01kj9s593yex58ts31vvt5s5cz-1-e1772003029843.png\",\"datePublished\":\"2026-02-25T06:56:59+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-25T10:40:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/20260225_1354_Image-Generation_remix_01kj9s593yex58ts31vvt5s5cz-1-e1772003029843.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/20260225_1354_Image-Generation_remix_01kj9s593yex58ts31vvt5s5cz-1-e1772003029843.png\",\"width\":1536,\"height\":684},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Perbedaan Instrumen 3.0 dengan Pendahulunya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/\",\"name\":\"LAMDIK\",\"description\":\"Terdepan, Tepercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/#organization\"},\"alternateName\":\"Lembaga Akreditasi Mandiri\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/#organization\",\"name\":\"LAMDIK\",\"url\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/logo.png\",\"width\":190,\"height\":175,\"caption\":\"LAMDIK\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/lamkependidikan\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/#\/schema\/person\/59cf9581dc896ca6b7a4bab5b028bcf9\",\"name\":\"Anwar LAMDIK\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d8ba3def27ef45b5276b4db44b639a08?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d8ba3def27ef45b5276b4db44b639a08?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Anwar LAMDIK\"},\"url\":\"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/author\/anwar\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Perbedaan Instrumen 3.0 dengan Pendahulunya? - LAMDIK","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Perbedaan Instrumen 3.0 dengan Pendahulunya? - LAMDIK","og_description":"JAKARTA\u2014LAMDIK secara resmi telah meluncurkan penggunaan Instrumen Akreditasi Program Studi Kependidikan (IAPSK) 3.0 pada 2 Desember 2025. Instrumen terbaru tersebut dikembangkan sebagai penyesuaian terhadap Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Dengan berlakunya IAPSK 3.0, cut-off atau batas akhir penggunaan IAPSK 2.0 ditetapkan pada 1 Maret [&hellip;]","og_url":"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/","og_site_name":"LAMDIK","article_published_time":"2026-02-25T06:56:59+00:00","article_modified_time":"2026-02-25T10:40:53+00:00","og_image":[{"width":1536,"height":684,"url":"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/20260225_1354_Image-Generation_remix_01kj9s593yex58ts31vvt5s5cz-1-e1772003029843.png","type":"image\/png"}],"author":"Anwar LAMDIK","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Anwar LAMDIK","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/"},"author":{"name":"Anwar LAMDIK","@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/#\/schema\/person\/59cf9581dc896ca6b7a4bab5b028bcf9"},"headline":"Apa Perbedaan Instrumen 3.0 dengan Pendahulunya?","datePublished":"2026-02-25T06:56:59+00:00","dateModified":"2026-02-25T10:40:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/"},"wordCount":612,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/20260225_1354_Image-Generation_remix_01kj9s593yex58ts31vvt5s5cz-1-e1772003029843.png","keywords":["LAMDIK","IASPK 3.0"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/","url":"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/","name":"Apa Perbedaan Instrumen 3.0 dengan Pendahulunya? - LAMDIK","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/20260225_1354_Image-Generation_remix_01kj9s593yex58ts31vvt5s5cz-1-e1772003029843.png","datePublished":"2026-02-25T06:56:59+00:00","dateModified":"2026-02-25T10:40:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#primaryimage","url":"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/20260225_1354_Image-Generation_remix_01kj9s593yex58ts31vvt5s5cz-1-e1772003029843.png","contentUrl":"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/20260225_1354_Image-Generation_remix_01kj9s593yex58ts31vvt5s5cz-1-e1772003029843.png","width":1536,"height":684},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/apa-perbedaan-instrumen-3-0-dengan-pendahulunya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Perbedaan Instrumen 3.0 dengan Pendahulunya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/#website","url":"https:\/\/lamdik.or.id\/","name":"LAMDIK","description":"Terdepan, Tepercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/#organization"},"alternateName":"Lembaga Akreditasi Mandiri","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lamdik.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/#organization","name":"LAMDIK","url":"https:\/\/lamdik.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/logo.png","contentUrl":"https:\/\/lamdik.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/logo.png","width":190,"height":175,"caption":"LAMDIK"},"image":{"@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/lamkependidikan\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/#\/schema\/person\/59cf9581dc896ca6b7a4bab5b028bcf9","name":"Anwar LAMDIK","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/lamdik.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d8ba3def27ef45b5276b4db44b639a08?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d8ba3def27ef45b5276b4db44b639a08?s=96&d=mm&r=g","caption":"Anwar LAMDIK"},"url":"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/author\/anwar\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12098","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12098"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12098\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12114,"href":"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12098\/revisions\/12114"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12098"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12098"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lamdik.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12098"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}