a

1.292 Program Studi Beri Penilaian 94 untuk Layanan Akreditasi LAMDIK

06 May, 2026

Surabaya — Layanan akreditasi yang diselenggarakan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) sepanjang periode 1 Mei 2025 hingga 30 April 2026 mendapat respons sangat memuaskan dari program studi. Hasil angket menunjukkan rerata penilaian keseluruhan mencapai 94, jauh melampaui Indeks kepuasan pelanggan 85 yang ditetapkan LAMDIK.

Angket tersebut melibatkan 1.292 responden program studi kependidikan. Aspek yang dinilai mencakup responsivitas staf, instrumen akreditasi, akses informasi, serta transparansi dan akuntabilitas layanan.

Respons staf LAMDIK mendapat apresiasi tinggi

Salah satu temuan paling menonjol adalah penilaian terhadap layanan staf LAMDIK. Pada aspek bantuan atau jawaban yang diberikan staf dalam proses akreditasi, tingkat penilaian mencapai 95,5.

Bahkan, pada aspek manfaat bantuan staf dalam memperlancar proses akreditasi, nilainya juga mencapai 95,5. Kemudahan bahasa dan nada suara staf dalam merespons pertanyaan atau permintaan informasi juga memperoleh 95,5.

Data ini menunjukkan bahwa interaksi langsung antara program studi dan staf LAMDIK menjadi salah satu aspek layanan yang memperoleh respons sangat positif.

“Capaian ini menunjukkan layanan akreditasi tidak hanya dinilai dari instrumen dan prosesnya, tetapi juga dari bagaimana program studi mendapatkan pendampingan dan respons ketika membutuhkan informasi. Kita perlu menjaga kualitas layanan sekaligus melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” urai Dr. Joko Siswanto, sekretaris penjaminan mutu LAMDIK yang menganalisis hasil angket.

Website dan SIMALAMDIK menjadi sumber informasi utama

Aspek layanan digital juga mencatat hasil yang positif. Responden memberikan rerata nilai 96,5 untuk akses informasi akreditasi program studi yang diakses melalui website LAMDIK dan SIMALAMDIK.

Kemudahan akses website juga mendapat nilai 96,5, dengan 86,4 responden menyatakan sangat setuju bahwa website LAMDIK dan SIMALAMDIK dapat dibuka dan diakses dengan mudah.

Sementara website dan SIMALAMDIK untuk menjadi sumber informasi akreditasi memperoleh nilai 95.

Temuan tersebut memperlihatkan transformasi layanan digital menjadi bagian penting dalam memudahkan program studi memperoleh informasi terkait proses akreditasi.

Instrumen akreditasi dinilai semakin mudah dipahami

Pada aspek instrumen akreditasi program studi (IAPS), khususnya Buku 2 Laporan Evaluasi Diri  (LED) memperoleh penilaian 91,5 untuk pernyataan instrumen tersebut mudah dipahami dan diikuti.

Lebih tinggi lagi, hubungan fungsional antara Buku 2 LE), Buku 3 Panduan Pengisian LED, dan Buku 4 Matriks Penilaian memperoleh nilai 93,5. Sementara, template pengisian Buku 2 LED yang membantu program studi menyusun dokumen akreditasi memperoleh nilai 93,75.

Transparansi dan akuntabilitas juga berada di atas standar

Penilaian terhadap tata kelola layanan akreditasi menunjukkan hasil yang konsisten. LAMDIK dinilai memberi layanan secara transparan dan akuntabel memperoleh nilai 94,75.

Respons LAMDIK dalam menyampaikan informasi, perubahan regulasi, atau kegiatan yang relevan dengan layanan akreditasi memperoleh 93,75. Adapun kecepatan dan efektivitas dalam merespons pertanyaan, keluhan, atau permintaan informasi mencapai 94.

“Hampir seluruh aspek layanan memperoleh penilaian di atas standar yang ditetapkan. Hasil survei ini memberi gambaran respons positif program studi terhadap layanan LAMDIK, sekaligus memberikan data yang penting bagi kami untuk melihat area mana yang perlu dipertahankan dan mana yang masih perlu diperbaiki,” jelas Joko yang juga terlibat dalam penjaminan mutu internal LAMDIK.