FGD Penyusunan Laporan Kinerja LAMDIK 2025 dan Penyusunan Program LAMDIK 2026.

LAMDIK 2026 Fokus pada Inovasi dan Percepatan Layanan Akreditasi

18 Jan, 2026
FGD Penyusunan Laporan Kinerja LAMDIK 2025 dan Penyusunan Program LAMDIK 2026 di Jakarta, (16-18/1).

Jakarta — Memasuki tahun keempat melayani akreditasi program studi kependidikan, LAMDIK menempatkan inovasi sebagai prioritas untuk menjaga kualitas layanan. Tanpa inovasi, kinerja lembaga berisiko mengalami stagnasi bahkan penurunan. Hal itu disampaikan Ketua Umum LAMDIK, Prof. Dr. Muchlas Samani dalam kegiatan FGD Penyusunan Laporan Kinerja 2025 dan Penyusunan Program LAMDIK 2026 di Jakarta, Jumat-Minggu (16–18/1).

“Seiring bertambahnya usia LAMDIK, pilihannya dua: berjalan seperti biasa atau berinovasi. Tanpa inovasi, itu sama dengan kemunduran,” tegas Prof Muchlas.

Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial

Salah satu inovasi yang akan dikembangkan LAMDIK adalah memanfaatkan kecerdasan artifisial dalam sistem akreditasi. Teknologi tersebut akan digunakan sebagai layanan interaktif untuk mempermudah akses informasi serta meningkatkan efisiensi pelayanan.

“Penggunaan kecerdasan artifisial sudah lazim diterapkan di lembaga akreditasi internasional. LAMDIK juga berencana memanfaatkannya, termasuk dalam proses asesmen kecukupan,” jelas Prof. Dr. Aceng, Direktur akreditasi LAMDIK.  

Untuk mempelajari praktik internasional menggunakan kecerdasan artifisial dalam proses akreditasi, LAMDIK akan mengirimkan staf IT mengikuti INQAAHE Forum yang dijadwalkan berlangsung di Afrika Selatan pada 3–6 Februari 2026.

Penguatan Riset dan Terbitkan Jurnal

Di bidang pengembangan keilmuan, LAMDIK juga menempatkan riset sebagai salah satu prioritas. Data akreditasi akan dianalisis dan dikembangkan menjadi bahan penelitian.

LAMDIK memiliki big data yang akan diolah dengan pendekatan kuantitatif. Karena sifatnya perlu menggali persepsi dan pengalaman asesor dan program studi dalam proses akreditasi, maka juga  dilakukan pendekatan kualitatif agar bisa menangkap suara yang otentik.

Selain menghasilkan temuan ilmiah, hasil riset diharapkan dapat menjadi dasar rekomendasi berbasis data dalam peningkatan layanan akreditasi.

Sebagai wahana berbagi budaya mutu dengan asesor dan program studi, LAMDIK Tengah merintis terbitnya jurnal berbahasa Inggris bertajuk Journal of Quality Enhancement in Higher Education.

“Jurnal ini terbuka bagi asesor dan dosen program studi kependidikan untuk mengirimkan artikelnya,” jelas Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, Direktur Sistem Informasi, Data, dan Kerja Sama LAMDIK.

Asesor Internasional dan Penguatan SDM

Setelah memperoleh pengakuan keselarasan standar dari International Standards and Guidelines INQAAHE, tahun ini LAMDIK merencanakan rekrutmen 50 asesor internasional. LAMDIK tengah menunggu persetujuan sebagai Lembaga Akreditasi Internasional (LAI) dari BAN-PT.

“Begitu persetujuan LAI diperoleh, rekrutmen asesor internasional akan dibuka. Rekrutmen ini terbuka untuk asesor LAMDIK dan asesor akreditasi dari berbagai negara,” jelas Dr. Muhdi, Direktur Pengembangan dan Evaluasi LAMDIK.

Efisiensi dan penguatan SDM juga menjadi prioritas 2026. Prof. Dr. Sofia, Direktur Keuangan dan Sumberdaya Manusia LAMDIK, menerangkan kalau staf dan asesor akan mendapat pelatihan yang dibutuhkan untuk meningkatkan layanan akreditasi.

“Penguatan SDM bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi strategis. Kami memastikan setiap staf dan asesor memiliki kompetensi yang adaptif agar kualitas layanan akreditasi semakin lebih baik,” kata Prof Sofia.